Categories
Berita

Pentingnya Genset Saat Banjir di Jakarta

Pentingnya Genset Saat Banjir di Jakarta – Banjir lima tahunan. Bagi warga ibukota Jakarta, kalimat tersebut pasti sudah cukup familier. Banjir yang seakan “rutin” terjadi sejak 1996 tersebut memang begitu membekas di benak warga Jakarta. Dari jalan di kawasan permukiman, jalan arteri sekunder, jalan protokol, hingga istana negara pun pernah menjadi korban banjir ini. Namun sebenarnya, siklus banjir di Jakarta sudah lebih dari sekadar “lima tahunan”. Hampir di setiap kali hujan besar reda, dapat dipastikan genangangenangan akan muncul. Bahkan sebagian besar masyarakat kita sudah hafal dengan daerah mana saja yang sudah menjadi langganan banjir. Tak hanya lokasinya, masyarakat pun tahu penyebab-penyebab utamanya. Apa lagi kalau bukan sampah? Ya, sampah. Penyebab banjir yang paling utama, namun juga yang paling sulit dikendalikan. Bukan sampahnya yang menyusahkan, tapi para pembuangnya, yaitu kita. Menurut Kepala Humas Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Puka Yanuar, ada sedikit ketidakpahaman yang melanda warga Jakarta yang menyebabkan kebiasan membuang sampah sembarang masih mewabah.

Jakarta Sebagai Simbol

“Bagi saya, apapun yang ada di kota Jakarta adalah simbol, yang mana ketika ada yang ‘mengganggunya’ seharusnya akan ada pula yang menjaganya karena ada rasa memiliki,” jelas Puka. Namun sayangnya, rasa memiliki itulah yang masih jarang sekali ada di jiwa warga Jakarta. Sehingga cita-cita untuk menjadikan Jakarta sebagai simbol good city pun terkesan terlalu muluk. Tak dapat dipungkiri, sebagian besar dari kita hanya menaruh harapan pada program-program pemerintah. Namun aksi nyata kita untuk mendukung semua program tersebut masih terlalu minim. Karena itulah, Puka mengemukakan bahwa saat ini pemerintah tak hanya berfokus pada program-program yang bersifat struktural, tapi juga pada yang bersifat non-struktural. Program-program struktural meliput segala perbaikan, penataan, dan pemeliharaan tata kota beserta fasilitasnya. Sedangkan program non-struktural adalah edukasi dan pendekatan kepada masyarakat agar tak hanya tahu dan paham, tapi juga menyadari dan melaksanakan peran mereka dalam keberhasilan program pemerintah.

Peran Warga Jakarta

Puka mengakui, sebagian program pemerintah yang saat ini sedang berlangsung sebenarnya sudah ada sejak masa pemerintahan gubernur sebelumnya. Hanya saja, yang membedakannya dengan masa pemerintahan gubernur saat ini adalah siklusnya yang lebih intens dan konsisten. Namun, Puka juga tak menampik bahwa tak semua program pemerintah dapat dijalankan tanpa kendala yang justru datang dari warga Jakarta sendiri. Contohnya saja penertiban penghuni bangunan liar di bantaran kali dan waduk. “Pemerintah berusaha melakukan penanganan dengan relokasi, tapi kadang belum dipindahkan saja sudah marah. Itu tandanya masyarakat kita belum mengerti Jakarta ini mau dijadikan apa,” paparnya. Bagi Puka, syarat seseorang untuk disebut sebagai warga dari sebuah kota adalah orang tersebut harus tahu, patuh, dan taat pada hukum yang berlaku di kota tersebut. Namun yang sering kita temukan di Jakarta justru sebaliknya. Kebanyakan orang sudah tahu hukum yang berlaku, namun tak selalu mematuhinya.

Bahkan larangan sederhana untuk tidak membuang sampah sembarangan pun seakan begitu sulit ditaati. Jakarta penuh manusia, namun terkesan tak ada yang benar-benar “warga Jakarta”. Mengutip kompas.com, pada kehadirannya sebagai pembicara Dies Natalis Universitas Trisakti Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo juga mengakui sulitnya mengubah perilaku negatif warga Jakarta. Beliau juga menceritakan betapa banyaknya lumpur dan sampah yang ditemukan pada proses pengerukan dasar Waduk Pluit. “Ngeruk sedalam apapun, yang dikeruk isinya sampah bergununggunung. Dari siapa lagi selain dari warga, sampah itu,” ujarnya. Dapat disimpulkan, banjir yang selama ini membawa momok menakutkan bagi Jakarta, memang disebabkan oleh warga kota itu sendiri. Sudah bukan saatnya kita hanya menaruh harapan pada program-program pemerintah semata. Keberhasilan semua program tersebut tentu bergantung pada aksi kita sebagai warganya. Sehingga ketika banjir datang lagi, bukan hanya pemerintah yang harus menghadapinya. Melainkan kita semua, sebagai sebenar-benarnya warga Jakarta. Karena itulah genset penting sebagai sumber listrik cadangan saat mati listrik karena banjir di jakarta. Pastikan anda membeli genset di distributor jual genset jakarta terpercaya dan bergaransi resmi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *